INDONESIA merdeka , inilah tujuan kita untuk selama-lamanya. Saya ingat buku tulisan dari Tan Malaka sang revolusioner yang pada akhirnya harus mati ditangan bangsanya sendiri. Beliau mengatakan dalam bukunya MERDEKA 100% bahwa kemerdekaan seseorang dibatasi dengan kemerdekaan manusia lainnya, dalam artian bahwa kita tidak bisa semena-mena dalam menjalankan hak-hak kita sebagai seorang manusia. kebebasan kita tidak boleh sampai menganggu kebebasan orang lain, apalagi sampai menimbulkan kerugian dan keresahan untuk masyrakat. Berbicara tentang merdeka, saya merasa bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka dan bisa dikatakan belum merdeka. Kenapa seperti itu, kita bisa lihat nilai impor kita masih sangat tinggi, petani saja belum bisa berdikari. Contoh kecil saja menurut kementrian Pertanian mengkalaim kita surplus 329.000 ton beras per bulan Januari 2018, tapi nyatanya dilapangan pemerintah malah mengimpor 500.000 t0n beras dari luar. Kalau kita lihat sepintas ,dan kemudian kita lihat dengan sangat jelas pun kebijakan ini sangat merugikan masyarakat. Dimana pada saat awal bulan Maret petani di seluruh Indonesia akan panen raya. Saat kita tinjau lebih dalam lagi kepada kementerian perdagangan yang mengakomodir import beras ini, ternyata mereka tidak memiliki data yang sangat kuat kenapa pemerintah harus melakukan impor beras pada hari dimana petani seharusnya merayakan panen raya. Sebuah ketimpangan sosial yang terjadi ini tidak hanya pada sektor pertanian, perdagangan, tetapi juga pada sektor kesehatan dan pendidikan.
Beberapa konsep gagasan untuk mengisi kemerdekaan Indonesia telah dituangkan, para pakar ahli dari mulai ahli hukum, ahli diplomasi, ahli pertanian, ahli pendidikan dan semuanya berkumpul untuk meramu kembali bagaimana agar Indonesia bisa kembali pada tujuan awalnya. Indonesia adalah sebuah sistem negara yang mengakomodir banyak kepentingan orang. Tetapi hingga detik ini, hampir usia 73 tahun Indonesia merdeka, formulasi atau konsep untuk mengisi kemerdekaan itu belum ada, Usia yang hampir 73 tahun, bukan termasuk usia yang masih muda lagi, tetapi mendekati masa-masa yang hampir matang. setidaknya Indonesia memiliki sikap untuk menghargai arti sebuah Kemerdekaan. Kemerdekaan ini tidak dengan mudah kita dapatkan begitu saja. Para founding father kita bersama rakyat mengorbankan jiwa raga mereka demi untuk kemerdekaan. Tangisan, darah, air mata, Penghianatan dan bahkan pengungsian dan kematian menghiasi perjuangan mereka dan menghantui mereka kapan saja. Untuk itu, begitu berat sekali perjuangan mereka, dan perjuangan kita pada masa kita pun sekarang juga tidak kalah beratnya. karena kita melawan bangsa kita sendiri. begitu kutipan dari kata-kata Soekarna. Dan ketika melihat perjuangan mereka dan kondisi hari ini, hatinya sangat hancur, ingin berontak terhadap segala ketidakadilan ini.
